Postingan

Wahai wanita

Segala puji bagi Alloh, Tuhan semesta alam. Dengan kebesaran kasih sayang-Nya, Dia masih ijinkan kita hingga detik ini menghirup oksigen dengan bebas di bumi-Nya. Sholawat bagi beliau yang begitu mulia, yang membawakan cahaya dari Robb-nya untuk kita. Rosululloh Muhammad SAW…. Sungguh karunia terbesar manusia dilahirkan dengan sebuah anugerah, yaitu hati dan akal. Dengan hatinya manusia bisa menyelaraskan pemikirannya agar sesuai dengan ketentuan-Nya. Alloh… hanya padanya-lah kita sepatutnya menyerahkan setiap urusan. Mulai dari yang menurut kita ringan bahkan yang amat sangat berat hingga akhirnya kita tidak mampu untuk menahannya. Alloh-lah segala bentuk kekuatan kita, yang cintanya tak pernah padam pada kita, yang kasih sayangnya tak pernah tertandingi, yang kesetiaannya begitu sempurna, Dia-lah Alloh, yang Maha Rahman dan Maha Rahim. Sang Pemilik Hati. Jika urusan jagat raya ini saja Alloh bisa mengurusnya dengan baik, jadi mengapa kita ragu untuk meminta pada-Nya ...

Ketika Rindu Hanya Terpaut Dalam Doa #2

Tak ada yang salah tentang ketentua-Nya, Akupun tak bertanya tentang catatan takdir tersisa, Yang bisa aku lakukan hanyalah menjalani, Sesanggup sabar yang aku punya, Dan sepenuh syukur yang aku miliki. Tentangmu adalah cerita yang tak pernah berakhir, Ketika tiba saatnya Alloh memintamu kembali, Selaksa gemuruh kurasakan saat melepas detik-detik terakhirmu, Empat mataharimu pun tegar melepas kepergianmu, Aku melepasmu dalam perasaan beku membiru, Tertatih menata hati, Menyiapkan jiwa akan satu perpisahan yang tak terbayangkan. Tapi benar katamu… “Jika ayah boleh meminta pada Alloh… maka biarkan ayah yang menghadap Alloh terlebih dahulu. Karena ayah tak sanggup menjalani sisa hidup tanpa ibu…” “mungkin ayah tak bisa menjaga matahari kita. seperti ketulusan jiwa ibu…” “Yakin… sepenuh doa..Alloh akan meneguhkan ibu. Meneruskan asa kita..” Yaaa… Entah kenapa kalimat itu ringan kau ucapkan beberapa bulan lalu, Sementara aku tercekat memaha...

Ketika Rindu Hanya Terpaut Dalam Doa

  Disebuah kamar (grup) social media, tepatnya what’s up, dikamar yang semua berkumpul atas nama-Nya. Berjuang untuk memperjuangkan cinta pada-Nya. Dalam lantunan indah firman-firman-Nya semua berkumpul. Menjadikan kebersamaan yang penuh dengan arti. Meski belum pernah bertatap muka. Meski belum sempat berjabat tangan. Namun berkat cinta-Nya semua seadakan tak penting. Sebab sudah ada cinta-Nya dihati. Aku pernah ceritakan tentang seorang dosen yang mengajak ku, menguatkan ku untuk masuk grup tersebut. Yah grup ODOJ. (semoga aku, kau, kita Istiqomah. Aamiin). Dengan penuh cinta, serasa kami adalah satu keluarga besar yang begitu dekat. Suatu hari datanglah berita duka itu. Berita kecelakaan pesawat di daerah Pondok Cabe, Pamulang. Yah… berita yang sempat meramaikan layar kaca televisi itu terjadi pada salah satu anggota keluarga dalam grupku. Berita duka itu datang dari dosen yang mengajakku. masyaAlloh…. Sungguh pilu hatiku bahkan hati kita semua dalam grup terseb...